Valve, pengembang permainan Counter-Strike:Global Offensive, telah memperbarui sistem matchmaking CS:GO untuk turut memasukkan faktor aktivitas dari permainan non-CS: GO.

Perusahaan awalnya merevisi faktor matchmaking tahun lalu dalam apa yang disebut Prime Matchmaking, yang mencocokkan pemain yang telah menghubungkan nomor telepon mereka ke akun Steam mereka. Kemudian Valve juga menambahkan kriteria bahwa pemain harus mencapai level game tertentu untuk bisa masuk ke dalam Prime Matchmaking. Sayangnya, hasil dari fitur ini, dalam kata-kata Valve, sebuah “batas keras… dan pemain yang tidak memiliki karakteristik tersebut akan sangat senang untuk bermain terpisah.”

Jadi, bagaimana jika sistem Prime itu dibayangkan lagi dengan menggunakan faktor yang lebih luas?” Valve menjelaskan. “Kami memulai dengan pertanyaan itu, dan telah bereksperimen dengan pemain yang cocok menggunakan perilaku dan atribut yang telah dipelajari dari akun Steam mereka, termasuk jumlah keseluruhan waktu yang telah mereka habiskan untuk bermain CS:GO, seberapa sering mereka dilaporkan melakukan kecurangan, waktu yang dihabiskan untuk bermain permainan yang lain di akun Steam mereka, dan faktor lainnya.

Menurut Valve, sistem baru ini bekerja: “Dalam pertandingan yang dibuat dengan menggunakan Trust Factor, kebanyakan pemain akhirnya menghasilkan lebih sedikit laporan terlepas dari status Prime mereka.”

Pengalaman dalam matchmaking adalah bagian yang cukup halus namun penting dalam mendesain sebuah judul esports. Pengalaman yang dirasakan oleh gamer kasual dapat sangat dipengaruhi oleh jenis pemain yang mereka jumpai. Terlalu banyak pengalaman buruk hanya akan membuat mereka untuk meninggalkan permainan.

Pengalaman dalam matchmaking adalah bagian yang cukup halus namun penting dalam mendesain sebuah judul esports.

Ada banyak strategi yang digunakan oleh pengembang game untuk membatasi perilaku buruk, ‘toxic‘. Beberapa, seperti Riot Games, memantau penggunaan obrolan dan segera merespon penyalahgunaan. Perusahaan lain seperti Blizzard menggunakan fitur yang sangat membatasi bagaimana pemain dapat berinteraksi. Di Hearthstone, misalnya, Anda hanya dapat berkomunikasi menggunakan satu dari enam pesan yang telah ditentukan seperti ‘Terima kasih,’ ‘Wow,’ dan ‘Ups.’

Valve berada dalam posisi yang unik di sini untuk mencegah terjadinya matchmaking yang buruk. Dengan memanfaatkan Steam Store, platform game PC terbesar, Valve dapat mengakses metrik tambahan yang dapat merefleksikan lebih banyak informasi tentang pemain daripada sekadar laporan dalam game. Hal ini juga sangat masuk akal. Seseorang yang baru saja menghabiskan enam bulan terakhir mengamuk pada saat bermain Dota 2, berkemungkinan untuk masuk ke CS: GO dengan kebiasaan buruk serupa.


Artikel ini pertama kali diterbitkan di esportsobserver.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here