Tahun 2017 kemarin adalah tahun yang luar biasa untuk esports Dota 2. Namun, pada kesempatan ini, kami ingin menyampaikan beberapa 3 hal untuk Dota 2 yang lebih baik. Di tahun lalu kita telah melihat permainan yang kita sukai ditemani dengan beberapa patch saat kita memulai era baru di update versi 7.XX. Ada sedikit perubahan aneh di sana-sini, masa-masa dimana beberapa hero sama sekali imbalance, tapi perlahan, secara keseluruhan semuanya menjadi pas.

Sementara itu setelah The International 7, meta permainan pub mungkin telah menjadi sedikit basi. Ada sedikit keraguan bahwa tahun ini masih belum mencapai tingkat tertinggi kompetisi profesional. Dari tim OG yang memenangkan Major terakhir yang dikelola Valve di Kiev hingga ke perjalanan menakjubkan dari lower-bracket oleh tim Liquid di The International, tahun 2017 memiliki semua keseruan itu. Pro Circuit sekarang sedang berlangsung dan bisa dikatakan ada banyak permainan Dota tingkat atas untuk bisa diperhatikan. Perfect World Masters, pertandingan Minor pertama di Tiongkok dan Captain’s Draft memberi kita lebih banyak lagi permainan papan atas Dota 2 untuk dinikmati. Itu tidak berarti permainannya benar-benar sempurna. Berikut inilah pesan perubahan yang ingin kami utarakan kepada publik untuk permainan Dota 2 yang lebih dahsyat di tahun ini.

  1. Lakukan perbaikan sistem matchmaking

Matchmaking Dota 2 via blog.dota2.com
Matchmaking Dota 2 via blog.dota2.com

Kita telah sering mengeluh tentang sistem matchmaking Valve sepanjang waktu. Entah itu karena dipasangkan dengan pemain lain yang sama sekali tidak memiliki kemampuan yang sama, atau harus bersabar dalam antrian yang sangat lama, mereka tidak pernah menyelesaikannya dengan benar. Dengan diperkenalkannya sistem ranked musiman yang baru, Valve pada dasarnya tidak mengubah apapun. Mereka memperkenalkan beberapa lencana baru yang mencolok, dengan sistem yang lebih ambigu dan bahkan membiarkan angka MMR terlihat. Satu-satunya hal yang jelas adalah kita sekarang tidak bisa melacak progress kemajuan kita dengan baik.

Ada banyak garis buram dengan sedikit penjelasan dan tidak didesain untuk mempertahankan pemain lama ataupun mendorong pemain baru untuk terlibat. Komunikasi tidak pernah menjadi kelebihan Valve, tapi bahkan di saat seperti itu kami masih ingin tahu sedikit lebih jelas.

Setiap kali kita berbicara dengan para profesional, mereka tidak senang dengan sistem matchmaking dan itu adalah prioritas nomor satu mereka untuk diperbaiki. Mereka seringkali sulit untuk disenangkan, karena ketika berada di puncak semakin sulit menciptakan lingkungan yang seimbang untuk berlatih. Namun, jumlah informasi yang beredar di internet dan media sosial menjelaskan bahwa pemain peringkat 600 di dunia dipasangkan dengan seseorang yang merupakan Archon Five atau Legend Two sangat mengherankan. Andaikan Valve mampu memberikan perbaikan itu, tentunya ini akan menjadi sempurna untuk mengawali permainan Dota 2 di tahun 2018.

  1. Buat fast play agar menjadi lebih layak

Medusa telah membuat fast play menjadi lebih sulit via redbull.com
Medusa telah membuat fast play menjadi lebih sulit via redbull.com

Saat menyaksikan The Summit 8, turnamen terakhir pada tahun 2017, telah membuktikan bahwa permainan cepat / fast play sudah bukan lagi sebuah pilihan. Munculnya hero seperti Medusa dan Morphling sebagai carry pilihan kelas atas membuatnya sulit untuk bermain dengan cepat. Dengan Ilya ‘Lil’ Ilyuk, pemain support Virtus.pro, mengatakan bahwa sudah tidak memungkinkan lagi untuk bermain dengan cepat karena bisa dengan mudah dilawan, dan kita jelas kehilangan sesuatu dari Dota.

Sementara kita selalu siap untuk perubahan dalam meta, mengetahui sebanyak mungkin strategi yang bisa dilakukan adalah suatu hal yang kita sukai. Sepertinya strategi ‘duduk dan farm sampai hero menjadi kuat’ saat ini sedang populer dan itu membuat tim seperti Immortals dan Virtus.pro kurang asyik untuk ditonton. Itu bukan berarti mereka tidak bisa beradaptasi dan lebih lemah daripada yang lain, tapi Dota tidak terasa seperti Dota tanpa Immortals menyerbu ke tower kedua pada menit 15.

  1. Beri bobot lebih pada Pro Circuit minors

StarLadder, Pro Circuit minor Dota 2 via liquipedia.net
StarLadder, Pro Circuit minor Dota 2 via liquipedia.net

Meskipun kita sangat menyukai jumlah siaran Dota yang ditawarkan untuk kita tonton, tetap saja terasa seolah-olah pertandingan minors sangat tidak signifikan dibandingkan dengan majors. Dengan hanya 300 poin Pro Circuit untuk sebuah turnamen minor, namun lebih dari 1.500 untuk sebuah turnamen major, itu sama sekali tidak proporsional karena ada jumlah yang sama dari keduanya. Tampaknya hampir seolah-olah minors tidak ada gunanya dalam hal keseluruhan proses dan kualifikasi untuk The International yang akan datang pada musim panas 2018.

Mungkin sudah terlambat untuk mengubahnya untuk musim ini, tapi akan ada musim baru yang akan berlangsung setelah The International 8. Berharap Valve bisa mencapai keseimbangan yang ajaib, dan mereka bahkan sedang dalam proses mengatur pihak penyelenggara agar tidak ada pembatalan. Akan sangat berguna jika kita memiliki klarifikasi atau penjelasan di balik sistem undangan tim. Dengan banyaknya uang yang dipertaruhkan, sangat penting bagi tim untuk memahami kapan dan mengapa mereka tidak harus bermain melalui sistem kualifikasi yang melelahkan untuk menghadiri turnamen.

  1. Kembalikan hero Techies

Techies via futuregamereleases.com
Techies via futuregamereleases.com

Pada 12 Desember 2016, sejarah mencatatnya sebagai suatu hari yang gelap bagi mereka yang ingin melihat performa Techies di permainan kelas profesional. Sudah cukup lama sejak IceFrog menarik Techies dari Captain’s Mode dan hero malang ini sudah tidak pernah lagi mendapat spotlight sejak itu. Akan tetapi, ada Monkey King ynag dirilis ke Captain’s Mode meski dalam keadaan cacat, dan di samping itu, Techies masih terisolasi dari Captain’s Mode.

Jika Anda perhatikan, developers game ini tampak untuk membuat lelucon dari Techies, dengan memberi buff talent level 25 menjadi +251 damage dari +250 damage. Dengan adanya turnamen Elimination Mode yang baru saja memamerkan betapa tidak bergunanya Techies untuk di-pick, apa yang salah dengan mengembalikannya ke Captain’s Mode?


4 poin di atas adalah unek-unek yang kami rasakan ketika bermain Dota 2 akhir-akhir ini. Kami juga menyadari bahwa cukuplah rumit untuk membuat sebuah permainan yang sempurna dan menjaga keseimbangannya. Oleh sebab itu, tulisan ini bukan dimaksudkan sebagai kritik, melainkan hanya untuk menyampaikan apa saja hal yang menurut kami bisa diperbaiki agar permainan Dota 2 dapat tetap mempertahankan reputasinya.

Dilansir dari redbull.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here