Riot Games telah mengumumkan mode kompetitif berbasis tim yang baru untuk permainan League of Legends yang akan dimulai pada awal tahun 2018 nanti. Fitur turnamen Clash akan berjalan dua kali dalam sebulan, dan pemain harus memiliki tiket untuk mengikuti Clash. Setiap tim akan beranggotakan lima orang pemain. Kamu akan membentuk tim kamu sendiri pada hari kerja dan nantinya berkompetisi pada akhir pekan dalam serangkaian mode eliminasi tunggal melawan tim dengan tingkat keterampilan yang sama dengan tim kamu. Pertandingan final akan dilaksanakan di hari Minggu dengan hadiah besar bagi tim yang menang.

Mode kompetisi baru ini sengaja dirancang untuk memberikan para pemain dari semua tingkat keterampilan untuk merasakan sensasi professional gaming, dan mengintegrasikan kompetisi kelas ‘akar rumput’ ke dalam permainan MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) itu sendiri. Pemain bisa saling mengintip histori dari gameplay tim lawan untuk merencanakan strategi picks and bans untuk draf pregame, seperti layaknya turnamen profesional.

“Pemain harus membeli tiket mereka, menggunakan mata uang dalam game Blue Essence atau uang dunia nyata.”

Agar semua pemain berkomitmen selama kompetisi berlangsung, Riot Games memutuskan untuk membuat Clash menjadi turnamen buy-in, dimana pemain harus membeli (atau mendapatkan) tiket mereka, menggunakan mata uang dalam game Blue Essence atau uang dunia nyata. Pengembang game menjanjikan hadiah penghargaan yang lebih baik bagi para pemenang, seperti skin shards dan essence, dan juga hadiah eksklusif yang hanya bisa dimenangkan melalui Clash.

Joe Tung, produser utama League of Legends dari Riot Games, menjelaskan dalam video pengantarnya: “Tingkat resiko serta penghargaan yang lebih besar akan membuat Clash menjadi salah satu cara yang paling menarik untuk bermain League of Legends di tahun 2018.”

Clash League of Legends via esportsobserver.com

Setiap turnamen Clash akan menampilkan pertarungan antar tim yang dirancang menggunakan model tier-based matchmaking, sehingga tingkat kesulitan pertarungan menjadi seimbang. Meskipun telah dirancang demikian, hal ini tidak luput dari masalah-masalah yang berpotensi muncul. Salah sebuah masalah yang dapat terjadi adalah smurfing – para gamer veteran menggunakan akun sekunder mereka untuk melawan tim musuh yang kurang berpengalaman. Riot Games mengklaim memiliki solusi untuk melawan akun smurf dalam mode permainan baru mereka, yang akan diungkapkan bulan depan.

Sumber: esportsobserver.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here