Sebelum membahas hubungan antara ICO dan esports, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu definisi dari cryptocurrency.

Cryptocurrency adalah sebuah teknologi membuat mata uang digital yang menggunakan kriptografi untuk keamanan yang membuatnya tidak dapat dipalsukan. Nilai harga dari cryptocurrency sebagian besar ditentukan oleh kekuatan buy and sell dari para pengguna teknologi ini. Cryptocurrency atau teknologi mata uang digital saat ini sangat marak dikembangkan oleh berbagai perusahaan di berbagai belahan dunia. Bahkan Google Ventures juga berinvestasi di salah satu teknologi Cryptocurrency. Terdata sudah lebih dari 500 cryptocurrency diciptakan berdasarkan coinmarketcap.com.  Beberapa cryptocurrency memiliki berbagai konsep yang berbeda dan beberapa memiliki konsep yang meniru coin lainnya.

Cryptocurrency, seperti Bitcoin, Ethereum, dan masih banyak lagi, telah banyak yang meledak-ledak dewasa ini. Industri esports khususnya, melihat banyak arus masuk hampir setiap minggu dari kemunculan berbagai platform yang baru dan juga bersifat eksperimental untuk mendanai mereka sendiri melalui pendekatan

Blockchain adalah sebuah buku besar digital dimana transaksi yang dilakukan pada bitcoin atau cryptocurrency lainnya yang tercatat secara kronologis dan terbuka untuk umum.

Penambangan cryptocurrency Ethereum cukuplah rumit karena besarnya asupan daya komputasi untuk menghasilkan blok data yang terenkripsi (cryptocurrency). Aktivitas penambangan  cryptocurrency telah terlihat melonjak akhir-akhir ini sehingga jajaran kartu grafis AMD Radeon – yang sangat sesuai untuk penambangan cryptocurrency – telah memiliki sebagian besar saham mereka dibeli oleh para penambang yang menyebabkan kekurangan persediaan stok dan harga yang mencongkel melalui pasar sekunder.

Juga dikenal sebagai “token sales”, Initial Coin Offerings (ICO) adalah sebuah upaya dari startup cryptocurrency untuk menghasilkan rantai investasi dengan merilis mata uang mereka sendiri.

Fenomena kekinian yang paling menonjol adalah ICO, atau Initial Coin Offerings, sebuah upaya dari startup cryptocurrency untuk menghasilkan rantai investasi dengan merilis mata uang mereka sendiri, dengan tujuan untuk mendanai perusahaan mereka. Token yang dijual oleh perusahaan biasanya dibeli dengan cryptocurrency Bitcoin, transaksi uang fiat juga kadang disediakan. IPO pertama sukses diluncurkan oleh Mastercoin pada tahun 2013, dengan Ethereum menyusul dengan crowdfunding yang lebih besar lagi di tahun berikutnya.

Platform pertaruhan/betting telah menjadi bagian yang penting dari pertumbuhan pasar blockchain, dan ICO yang terus beradu nasib telah banyak mencapai kesuksesan di sepanjang 2017 ini. Hal ini menunjukkan bahwa akan ada peristiwa yang tak terhindarkan, yakni perusahaan-perusahaan startup ini akan masuk ke sektor esports.

Platform Unikrn via eteknix.com
Platform Unikrn via eteknix.com

Unikrn, sebuah platform pertaruhan yang didirikan oleh pendiri VoodooPC, Rahul Sood, baru-baru ini memasuki pasar dengan pengumuman ICO di awal bulan Juni, dan dipastikan akan diluncurkan pada bulan September dengan penjualan $100 juta. Platform ini bertujuan untuk menciptakan ekonomi virtual dengan mata uang yang terdesentralisasi, sehingga pengguna nantinya dapat bertaruh pada hasil suatu acara esports, yang berada di luar jangkauan sistem perbankan negara.

CEO Unikrn jtidak malu-malu dengan keputusannya untuk memulai dari sebuah platform pertaruhan. Dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Sood menjelaskan bahwa alasan utama Unikrn memutuskan untuk beralih ke cryptocurrency adalah karena institusi perbankan. Sood mengatakan bahwa:

… masalah saat berurusan dengan bank adalah tidak ada orang yang mudah bekerja dengan Anda. Ketika Anda berurusan dengan 20 jenis mata uang yang berbeda, Anda berhadapan dengan banyak batasan. Tidak ada alasan lain untuk pergi rute cryptocurrency selain untuk menghindari perbankan.

Di sisi lain, cryptocurrency ini akan ada manfaat tambahan kepada mereka yang hidup di wilayah dunia yang memiliki regulasi ketat untuk kegiatan perjudian, untuk dapat menggunakan platform tersebut.

Selain Unikrn, platform lain juga sudah ada beberapa yang eksis. Skincoin adalah platform perjudian khusus skin untuk game seperti Counter-Strike: Global Offensive and Dota 2 yang memiliki pasar sekunder terbuka untuk koleksi item kosmetik in-game. Dewasa ini, masa pra-penjualan token baru saja selesai. Setelah menjual koin senilai lebih dari $2 juta, tidak mengherankan kalau Skincoin telah menjadi alternatif lain yang populer untuk perjudian uang fiat di esports.

Statistik ICO Cryptocurrency. Bagan dan data diambil dari coinschedule.com

Pencela Skincoin, mungkin tidak mengherankan, salah satunya adalah CEO Unikrn Rahul Sood. Setelah mengkritik migrasi dari situs perjudian khusus item kosmetik skin ke pasar cryptocurrency, Sood memperingatkan akan adanya ‘oknum tidak jujur yang hanya memanfaatkan momentum penjualan.’

Namun, ada ruang untuk lebih dari sekadar platform pertaruhan di pasar cryptocurrency, dan perusahaan seperti Firstblood dan Gimli tampaknya berinovasi di area tersebut. Firstblood, salah satu pengadopsi cryptocurrency paling awal, bertujuan untuk menjadi platform kompetitif dimana pemain pada dasarnya dapat saling bertanding dengan menggunakan mata uang yang berbasis Ethereum. Para pemain akan memasang taruhan pada diri mereka sendiri dalam pertandingan, dan memenangkan taruhan lawan jika mereka.

Mata uang berbasis Ethereum juga berbaur dengan jenis pertandingan “money-matches”, di mana pemain saling bertaruh untuk memenangkan pertandingan video game.

Money-matching adalah sebuah fitur yang menonjol di ekosistem esports dan di semua game. Fenomena ini tampak menyatu di seputar komunitas game fighting, karena tingginya suasana kompetitif di event EVO setiap tahunnya. Sebuah platform yang berfokus pada gagasan money-matching, namun melalui segudang permainan dan hanya berperan sebagai mediator, dapat dipastikan untuk berkembang di pasar saat ini, terutama sebagai alternatif dari platform taruhan Unikrn dan Pinnacle Esports.

Gimli Token Launch via Twitter (@inamarina13)
Gimli Token Launch via Twitter (@inamarina13)

Gimli menggunakan ide platform taruhan, mirip dengan Unikrn, tapi malah memasangkannya dengan layanan streaming ala Twitch. Premis ini bermuara pada penonton yang menempatkan taruhan pada permainan yang dimainkan oleh streamers, dan juga bisa mengarah kepada pemberian hadiah untuk suatu tantangan atau survei. Dengan menggunakan token, penonton dapat langsung bertaruh pada acara esports profesional yang mereka tonton, menempatkan taruhan pada langkah/aksi selanjutnya streamers, atau sekadar menyumbang langsung ke streamers favorit mereka.

Meskipun telah banyak perusahaan yang masuk ke ranah ini, cryptocurrency jelas bukan investasi yang terjamin. Selama bertahun-tahun, pertukaran Bitcoin dengan uang sungguhan adalah sebuah mimpi buruk, dan penukar Bitcoin terbesar di dunia berawal dari sebuah situs perdagangan kartu permainan Magic: the Gathering yang nantinya dikenal dengan MtGox. Pada tahun 2014, MtGox diserang oleh hacker, dan sebanyak hampir setengah miliar dolar dari Bitcoin menghilang. Selain itu, beberapa minggu yang lalu, sebanyak $7 juta di Ethereum telah di-hack pada platform trading utama CoinDash.

Bahkan ada situs yang sengaja dibuat untuk mencantumkan setiap peristiwa hacking Bitcoin dan Ethereum dalam setengah tahun terakhir ini, karena seringnya fenomena ini telah terjadi.

Pasar cryptocurrency juga tidak begitu stabil. Segala sesuatunya tidak stabil, dan nilai mata uangnya juga berubah dengan cepat. Bertepatan dengan hack CoinDash di awal bulan ini, nilai dari setiap cryptocurrency utama jatuh merosot, dengan Bitcoin turun sebanyak 20% dan Ethereal jatuh sebesar 30% selama 7 hari.

Sementara ini mata uang tersebut telah kembali stabil, dan bahkan nilainya kembali meningkat lagi. Co-founder dari jaringan Ethereum, Charles Hoskinson, menyebutnya sebagai “bom waktu yang berdetak.” Pekan lalu, pemerintah China untuk sementara melarang ICO, dan bertujuan untuk menyusun regulasi seputar meningkatnya jumlah inisiatif penggalangan dana di sekitarnya. Sementara beberapa orang berpendapat bahwa ini bukanlah sebuah bubble atau bom waktu. Masa depan cryptocurrency masih tetap tidak bisa dipastikan bagi pasar dan para investornya.

Sumber: blog.bitcoin.co.id, esportsobserver.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here