Beresiko tinggi, begitu juga keuntungannya. Inilah yang harus diperhatikan investor melihat perusahaan esports yang menawarkan ICO. Tidak dapat disangkal bahwa ICO esports adalah gelembung terbaru dalam hal investasi. Di industri esports, ceritanya tidak berbeda. Kami telah melacak tak kurang dari sepuluh token digital yang terkait dengan esports, hampir semua telah diluncurkan atau masih akan diluncurkan pada 2017. Masih akan banyak yang menyusul setelah mereka.

Beberapa ICO berasal dari perusahaan dengan kredibilitas yang mapan di industri esports, seperti GAMURS dan Unikrn. Yang lainnya, seperti World of Battles, sudah hampir pasti merupakan sebuah penipuan. Semua ini menawarkan jendela investasi dengan ROI terbaik yang ingin dimanfaatkan oleh para investor.

Jadi, haruskah kamu membeli? Jawabannya rumit, tapi semuanya dimulai dari awal.

Investor secara spekulatif bertaruh bahwa token digital ini akan meningkat nilainya karena perusahaan yang menawarkan token juga meluncurkan layanan dan produk.

Apa itu ICO?

ICO, atau Initial Coin Offering, adalah penjualan token yang bertindak sebagai penawaran investasi. Banyak perusahaan semakin beralih ke ICO karena aksesibilitas dan sifat bebas risiko (untuk perusahaan). Anggap saja sebagai IPO, hanya saja sebagai pengganti saham di perusahaan, Anda membeli token digital yang mungkin bernilai atau mungkin tidak bernilai selama atau setelah periode ICO.

Hal yang utama adalah bahwa token yang dijual selama ICO hanya bisa dibeli menggunakan mata uang digital seperti Bitcoin dan Ethereum. Akhir-akhir ini, perusahaan yang bertujuan untuk mengumpulkan dana melalui ICO telah semakin beralih ke Ethereum karena menawarkan tolok ukur standar yang dapat digunakan dengan cara yang sudah diprogram, yang disebut “smart contracts.” Karena artikel ini akan berfokus pada alasan spesifik untuk membeli atau tidak membeli sebuah ICO esports, Anda sebaiknya baca artikel yang ditulis oleh Steven McKie jika Anda menginginkan penjelasan lebih rinci tentang blockchain dan cryptocurrency.

Alasan bahwa ICO menjadi tren baru adalah spekulasi sederhana investor yang bertaruh bahwa token digital ini akan meningkat nilainya karena perusahaan yang menawarkan token meluncurkan layanan dan produk. Seperti yang dikatakan Investopedia:

“Investor awal … membeli cryptocoins dengan harapan rencananya menjadi sukses setelah diluncurkan, yang bisa dikonversi menjadi nilai cryptocoins yang lebih tinggi daripada yang mereka beli sebelum proyek dimulai.”

Apa Sisi Negatifnya?

Ada dua kemungkinan negatif di investasi ICO: perusahaan yang dikelola dengan buruk, atau pencurian langsung. Jika layanannya atau produknya buruk, tidak akan ada yang membeli token tersebut. Juga tidak ada yang mencegah perusahaan yang menawarkan ICO untuk kabur.

Jika itu tidak cukup, ada banyak masalah keamanan di dunia blockchain juga. Bulan lalu, seorang hacker amatir berhasil mengunci 573 akun pengguna ethereum, membekukan lebih dari $162 juta.

Masalah rumit selanjutnya adalah peraturan yang tertunda oleh badan pemerintah yang sudah mengarah pada penangkapan pembuat ICO. Sementara European Securities and Markets Authority (ESMA) memperingatkan bahwa banyak ICO yang tidak mematuhi undang-undang sekuritas yang telah ada, U.S Securities and Exchange Commission (SEC) juga telah mengeluarkan tuntutan dan menahan dua orang untuk kasus kecurangan penipuan barang dagangan.

Sebagian besar perusahaan yang menawarkan ICO adalah “hanya terdiri dari sebuah situs web dan whitepaper-nya, tanpa produk fungsionalnya.”

Apa ICO Terbaik yang Sebaiknya Dibeli?

Tidak ada definisi yang akurat untuk menentukan suatu ICO ‘bagus’ atau tidak. Akan tetapi, Sonya Mann di Inc.com memiliki pedoman yang cukup bagus. Singkatnya, penawaran ICO yang cukup valid biasanya:

  • Menawarkan produk yang masuk akal sebagai sebuah bisnis.
  • Menawarkan produk yang telah menunjukkan adanya permintaan pasar.
  • Membutuhkan sistem token cryptocurrency agar dapat berjalan

Mann selanjutnya mengingatkan bahwa risiko yang terdapat pada ICO sangatlah tinggi, terutama karena sebagian besar perusahaan yang menawarkan ICO adalah hanya ‘sebuah situs web dan whitepaper-nya, tanpa ada produk fungsionalnya.” Dikarenakan banyak ICO yang dapat menarik jutaan dolar hanya berdasarkan sebuah konsep, perusahaan tersebut terlihat untuk tidak memiliki model bisnis yang masuk akal.

Perusahaan yang menawarkan ICO, layaknya perusahaan yang menawarkan peluang investasi, harus dianalisis secara menyeluruh oleh para calon investor sebelum melakukan pembelian.

Tidak baik bagi sebuah startup baru untuk terlalu cepat mendapatkan banyak uang,” dijelaskan Mann. “Sang founder akan merasa terdorong untuk menghabiskan dana karena dana tersebut ada di sana, dan sumber daya yang melimpah akan mengurangi upaya mereka untuk mempercepat proses pencocokan pasar dengan produk.”

Untuk memahami apa yang direncanakan oleh perusahaan yang menawarkan ICO, sebagian besar telah beralih ke ‘whitepaper‘ yang dibanggakan itu, yang pada dasarnya adalah sebuah dokumen yang menguraikan konsep dan model bisnis mereka di balik token digital mereka yang spesifik. Setiap investor ICO akan meminta Anda untuk melihat secara dekat whitepaper dan mengevaluasi apakah rencana perusahaan itu sah atau tidak.

Regulator sekuritas independen yang berbasis di AS, FINRA juga memberi pertimbangan lain – termasuk peraturan baru yang berpotensi muncul, reputasi penjual, dan tentang hak pembeli.

Pada akhirnya, bagaimanapun, tidak ada cara pasti untuk mengetahui apakah ICO akan menghasilkan investasi yang positif. Perusahaan yang menawarkan ICO, seperti perusahaan yang menawarkan peluang investasi, harus dianalisis secara menyeluruh oleh calon investor sebelum melakukan pembelian.

Jadi, Apakah ICO Esports Layak Untuk Diinvestasikan?

Dengan mempertimbangkan semua hal yang di atas, jawabannya … mungkin tidak.

Beberapa ICO esports dipegang oleh perusahaan tanpa reputasi apapun. Banyak yang menawarkan layanan serupa satu sama lain terutama layanan perjudian, yang berarti mereka bahkan akan bersaing dengan layanan perjudian uang kas yang sudah ada.

Yang lain mengklaim bahwa mereka akan mengadakan turnamen atau bermitra dengan tim dan pemain esports yang populer. Kunci dari hal ini adalah kata-kata itu murah untuk diucapkan, dan mahal untuk dibuat tindakannya. Di industri esports sangat sedikit perusahaan yang menawarkan ICO yang telah berdiri mapan.

Ada beberapa alasan melegakan yang bisa membuat skala timbangan Anda untuk berpihak di investasi:

  • Apakah rencana bisnis mereka benar-benar inovatif dan belum ada di industri esports? Meski sukses dalam beberapa tahun terakhir, industri esports masih tergolong baru dan jangan sampai mengabaikan ide bagus .
  • Apakah perusahaan yang mapan dengan reputasi yang solid itu ada? Ya, mereka eksis. Contohnya termasuk Unikoin dari Unikrn, Skrilla milik GAMUR, atau DreamTeam (dipimpin oleh Alexander Kokhanovsky dari NaVi/ESForce).
  • Apakah ini berhubungan dengan skin trading? Sejarah telah mengingat banyak mengenai masalah ini. Jangan sampai terlibat dalam kegiatan skin trading khususnya jika dilakukan di balik cryptocurrencies dan blockchains .
  • Apakah Anda berencana untuk menggunakan layanan dari perusahaan tersebut? Jika demikian, kemungkinan ICO perusahaan tersebut adalah waktu terbaik untuk Anda beli. Jika harganya naik, Anda sudah memiliki beberapa token; Jika harganya turun, nah, Anda bisa membeli lagi untuk menggunakan layanan lebih. Tentu saja, ini hanya bekerja jika perusahaan tersebut benar-benar meluncurkan layanannya.
  • Apakah Anda kaya dan tidak terlalu peduli dengan kehilangan uang? Jika ya, berinvestasilah di perusahaan startup esports. Atau, lebih baik lagi, cobalah untuk mempelajari digital token ICO baru yang disebut TEOBucks.

Semua faktor di atas haruslah dipertimbangkan oleh calon investor. Seperti biasa, ingatlah bahwa investasi startup adalah bisnis yang berisiko, dan ICO memiliki fitur yang meningkatkan faktor risiko seperti lingkungan yang belum terregulasi dengan baik dan sistem keamanan yang masih belum mumpuni.


Studi Kasus: Esports.com

Esports Reward Tokens (ERT) via esportsobserver.com
Esports Reward Tokens (ERT) via esportsobserver.com

Mari kita terapkan metodologi ini dengan mengambil contoh salah satu ICO terbesar dan yang baru menyelesaikan ICO-nya

Pada akhir penjualan, mereka berhasil mencapai hard cap sebesar 20 juta USD, kemudian menghilang, dan tanpa pengumuman apapun.

Esports.com menjalankan sebuah ICO untuk “Esports Reward Token” sepanjang bulan November, dengan hard cap sebesar $20 juta. Perusahaan ini berfokus pada tiga bidang industri esports: pendidikan, hiburan, dan statistik.

Esports Radar Ltd (perusahaan induk Esports.com) menerima investasi dari Veltyco Group plc – sebuah perusahaan investasi publik yang berfokus pada pengembangan pemasaran di kasino online dan taruhan olahraga.

Awalnya, perusahaan tersebut menjalankan periode pra-penjualan, yang diduga telah mengumpulkan lebih dari $5 juta. Beberapa tokoh dalam komunitas cryptocurrency skeptis terhadap angka ini, dan meninjau blockchain scan date perusahaan tersebut. Seorang pengguna mengklaim bahwa Esports.com mengatakan kepadanya bahwa uang yang terkumpul adalah mata uang FIAT.

Pada akhir penjualan, mereka berhasil mencapai penuh hard cap mereka sebesar 20 juta USD, kemudian menghilang, tanpa pengumuman apapun. Situs web tersebut saat ini memiliki sebuah pesan kecil yang berterima kasih kepada pengunjung atas kontribusi mereka. Pada tanggal 30 November, sebuah post dari Esports.com di forum Bitcointalk menyatakan bahwa 20 juta USD adalah persoalan pertunjukan, dan saat ini sedang berusaha untuk menampilkan hasil akhir yaitu 5,8 juta USD.

Post tersebut menyebutkan adanya kemungkinan untuk menjalankan fase kedua ICO pada tahap selanjutnya, dan Esports.com (ERT) sekarang diperdagangkan di c-cex.com dan juga coinexchange.

ERT akan digunakan terutama untuk membeli barang-barang dari toko Esports.com atau dari platform pelatihannya, yang mencakup coaching yang ditawarkan oleh pengguna lain dan juga video pelatihan. Salah satu tujuan perusahaan tersebut adalah untuk membangun pusat ‘universitas esports‘ di Berlin.

Yang sebagian tersembunyi di situs mereka dan juga dalam rilis media adalah bahwa perusahaan itu juga berencana untuk mengizinkan pengguna menggunakan ERT untuk bertaruh pada pertandingan dan dalam undian di seluruh situs undian yang memberi apresiasi lebih kepada ERT atau Ethereum. Pemegang ERT secara otomatis masuk ke dalam undian – setiap satoshi di ERT (unit terkecil mata uang digital) adalah satu tiket lotre. Jadi semakin banyak token yang Anda pegang, semakin banyak kesempatan yang Anda miliki untuk menang.

Unsur perjudian dalam peluncuran Esports.com beserta ambiguitas di dalamnya adalah sebuah titik peringatan terbesar. Dalam bagian yang menjelaskan ERT, situs tersebut menyatakan bahwa pengguna mungkin atau mungkin tidak dapat bertaruh pada pertandingan, tergantung pada lingkungan legislatif di Malta. Beberapa tim eksekutif dan dewan eksekutif dari perusahaan ternyata memiliki sejarah yang signifikan di dalam industri betting, dan ERT benar-benar memenangkan banyak dukungan dengan terpilih sebagai ‘startup terbaik tahun ini,’ di Excellence in iGaming 2017.

Mungkin klaim perusahaan yang paling dipertanyakan adalah pada URL-nya, Esports.com, yang akan memberi traffic lebih tinggi kepada perusahaan daripada domain generik lainnya di industri ini.” Argumen tersebut bisa dipahami semudah bertanya kepada Anda kapan terakhir kali Anda mengunjungi sports.com.

Meski nominal pastinya tidak diungkapkan, ERT membeli nama domain tersebut dengan harga tujuh digit, pada bulan Maret.

Mari evaluasi ERT berdasarkan metrik yang kita tetapkan.

Apakah produk itu masuk akal menjadi sebuah bisnis?

Ya, saya pasti akan mengatakan bahwa Esports.com melewati tes ini dengan mudah. Toko digital, valid. Pelatihan dan pembinaan, valid. perjudian esports , cek.

Satu-satunya pertanyaan nyata yang muncul adalah apakah unsur-unsur ini harus digabungkan. Tentu saja, sendirian mereka bekerja dengan baik – tapi sebagai sebuah paket, mereka hanya bekerja jika mereka terikat bersama dengan cara yang masuk akal.

Esports.com membahas hal ini dengan memperkenalkan ERT, tapi itu menyebabkan masalah sekunder dimana masing-masing elemen saling bergantung satu sama lain. Tidak ada yang ingin membuat konten untuk mendapatkan mata uang untuk toko digital yang tidak menawarkan sesuatu yang layak, atau situs perjudian yang penuh dengan kecurangan.

Apakah sudah menunjukkan adanya permintaan dari pasar?

Tidak begitu jelas. Tentu ada argumen bahwa orang akan membelanjakan uang untuk semua layanan itu. Tapi, ada banyak perusahaan esports saat ini untuk memasok permintaan tersebut.

Tampaknya setiap tim dan turnamen telah mendedikasikan toko digitalnya masing-masing. Ada banyak situs pembinaan esports, beberapa bahkan memiliki kemitraan langsung dengan tim pro terbaik. Dan pastinya tidak kekurangan situs perjudian esports.

Apakah itu memerlukan token digital untuk berfungsi?

Tidak satupun dari mereka memerlukan token digital. Tentu ada unsur-unsur yang membuat mata uang digital bagus, seperti sistem pemberian tip kepada konten yang diproduksi, sehingga orang-orang yang menyukai konten artikel atau video bisa memberi tip berupa ERT kepada sang pencipta konten. Tapi adakah alasan fungsional yang tidak bisa dilakukan dengan uang sebenarnya?

Dengan mata uang virtual, konsumen bebas untuk melakukan apa yang mereka mau dengan token mereka. “Saya tidak bisa mengeluarkan lebih dari total 60 juta token yang kami miliki. Saya tidak bisa mengubah situasi sesudahnya. Itu adalah keputusan yang sangat berbeda yang kami ambil, karena kami ingin melindungi nilai pemegang token kami.”

Apakah ide itu inovatif dan kurang dalam industri esports?

Satu-satunya gagasan yang tampaknya mengisi celah di sini adalah konsep universitas esports – sebuah bangunan fisik di mana calon profesional dapat berlatih dengan harapan untuk memasuki liga besar.

Ada gagasan serupa di masa awal StarCraft 2, sebuah rumah game di Polandia disebut Ministry of Win (MOW). Pada masa itu, itu adalah sebuah gagasan bagus, keberhasilan awal MoW membuat adanya rencana perluasan ke permainan League of Legends dan memproduksi esports show. MoW berhasil menarik penghargaan kewiraswastaan ​sebesar $1,3 juta dari pemerintah, yang dimana, pemiliknya segera kabur untuk melakukan hal lain.

Bukan rekam jejak terbaik untuk konsep, tapi yang lainnya tentang Esports.com sudah pernah dilakukan.

Apakah ini perusahaan yang mapan dengan reputasi yang solid?

Ini adalah perusahaan baru, namun pendirinya tampil sebagai eksekutif dari bidang terkait seperti hiburan, game, dan perjudian. Penting juga untuk kesuksesannya, perusahaan ini mengaku berkerjasama dengan perusahaan-perusahaan esports yang mapan, terutama ESL.

Saya menjangkau ESL mengenai sifat kemitraan ini, dan mereka menjelaskan:

“Satu-satunya kesepakatan yang kita miliki dengan mereka adalah tentang penggunaan konten ‘non-live, archived‘ kami. Kami bukanlah mitra dalam arti kata yang sesungguhnya, atau saya yang tidak menyadari bahwa ESL berencana menggunakan ERT sebagai mata uang untuk produk atau layanan kami. ”

Dari apa yang bisa saya tangkap, konten ‘non-live, archived‘ yang dimaksud adalah cuplikan video saham di Esports.com yang telah berjalan di latar belakang situsnya.

Apakah itu skin trading? Apakah saya berencana untuk menggunakannya? Apakah saya kaya dan tidak peduli dengan hasil investasi?

Tidak untuk semua ini.

Tapi, setidaknya untuk pertanyaan kedua, saya bukan target penonton. Esports.com yang tampaknya ditujukan kepada calon gamers yang ingin beralih pro, dan sementara ada potensi konten lain untuk difokuskan di situs ini. Pesaing utamanya untuk berbagi konten adalah perusahaan raksasa seperti Facebook dan Reddit.

Apakah saya akan membeli Esports.com ERT?

Jelas, tidak. Bahkan jika saya memiliki uang investasi untuk dibelanjakan, saya rasa tidak cukup menarik untuk bisa memisahkan Esports.com dari banyak pesaingnya. Mungkin ada beberapa nilai di Esports.com bagi mereka yang ingin menjadi pro, atau orang-orang yang ingin melakukan diversifikasi tempat mereka menempatkan taruhan esports, namun untuk sebagian besar kasus, saya tidak berpikir ERT akan menghasilkan hasil yang positif.

Sumber: Artikel ini pertama kali diterbitkan di sini oleh Ferguson Mitchell (@AlphaFeng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here