Pendiri Game Insight, Alisa Chumachenko, telah meluncurkan sebuah perusahaan esports baru, yang baru saja mengumpulkan pendanaan sebesar 1,9 juta Dolar. Gosu.ai menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk memberi masukan dan pelatihan secara langsung kepada pemainnya, mulai dari merekomendasikan pilihan item build hingga menyarankan strategi bermain untuk situasi tertentu.

Gosu.ai memberi saran dan masukan untuk para competitive gamers.

Saat ini, program pelatihan tersebut dapat digunakan untuk permainan Dota 2. Sedangkan untuk judul Counter Strike: Global Offensive dan PLAYERUNKNOWN’S BATTLEGROUNDS, masih berada di tahap pengembangan. Pada situsnya, gosu.ai juga memberitahukan rencananya untuk memberi dukungannya pada game Hearthstone dan World of Tanks pada tahun 2019.

Perusahaan tersebut akan mengumumkan kemitraannya dengan perusahaan lain, dan tidak hanya berfokus dalam membantu melatih atlet esports, tetapi juga pemain amatir yang ingin meningkatkan kemampuannya.

Babak penggalangan investasi dipimpin oleh Runa Capital; bersamaan dengan partisipasi dari Ventech dan Sistema VC, yang menginvestasikan 420 ribu Dolar pada Oktober lalu.

Dmitry Chikhachev, managing partner Runa Capital mengatakan: “Kami terus mendukung para pendiri yang mengembangkan aplikasi berbasis machine learning untuk berbagai jenis industri. Gosu.ai menggabungkan semua hal yang dicari oleh Venture Capitalist berpengalaman: industri cybersport yang berkembang pesat dengan big data yang terstandardisasi dan dapat diakses, tim kuat yang dipimpin oleh Alisa, pengusaha yang berpengalaman dalam e-gaming, dan produk yang disukai pengguna.”

Akan semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan kecerdasaran buatan untuk memajukan dan memonetisasi esports.

Gosu.ai kini masuk ke dalam daftar perusahaan-perusahaan yang menggabungkan bidang ilmu kecerdasan buatan dengan esports. Bulan lalu, sebuah platform monetisasi audiens esports, FanAI sukses mengumpulkan dana sebesar 2,5 juta Dolar. Pada daftar tersebut, juga terdapat perusahaan teknologi AI milik Elon Musk, OpenAI, yang dimana perusahaan tersebut mengajar sebuah program untuk dapat memainkan game esports seperti Dota 2 dan Starcraft II dengan kemampuan tingkat tinggi. Startup asal Jerman, Shikenso, berfokus untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan pada fungsi filter Twitch, menambahkan opsi tambahan bagi para penggemar untuk menonton streaming.

Dengan teknologi yang kian berkembang, kita mungkin akan melihat lebih banyak perusahaan yang mampu mengutilisasi kecerdasan buatan untuk memajukan dan memonetisasi esports.


Tulisan ini merupakan terjemahan dari esportsobserver.com.

Baca juga  Karir di Industri Esports

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here