Selama tujuh tahun terakhir, Dota 2 terus saja memberikan berbagai scene pertandingan yang menarik dan berkesan. Selalu saja ada keseruan dalam pertandingan yang durasinya sering melebihi 1 jam permainan dimana salah 1 langkah saja bisa berakibat untuk kehilangan segalanya.

Sebuah pertandingan final tingkat dunia, The International, menawarkan hadiah terbesar di bidang esports. Seluruh kehidupan seorang pemain dapat berubah hanya dalam satu hari, atau mereka bisa saja pulang sambil terus memikirkan apa yang seharusnya bisa dicapai.

Jadi bersiaplah untuk perjalanan menyusuri jalan kenangan sambil melihat 5 permainan terhebat dalam sejarah Dota 2 .

Alliance vs. Na`Vi – The International 3 Grand Finals, Game 5

Sebagian besar penggemar Dota 2 diharapkan untuk tahu tentang pertandingan grand final di The International 3, tentu saja ini beralasan dan bagus. Seluruh pertandingan grand final-nya adalah satu-satunya pertandingan final dalam sejarah turnamen yang memiliki adegan pertandingan kelima yang sangat menentukan. Khususnya karena kedua tim semakin putus asa dalam usaha mereka untuk mengakhiri permainan. Gustav “s4” Magnusson memberi kita salah satu momen esports paling ikonik.

Evil Geniuses vs. Team Secret – StarLadder X Grand Finals, Game 5

Pertandingan penutup dari grand final StarLadder X menampilkan salah satu daftar pesaing terbanyak dalam satu pertandingan Dota 2. Team Secret, yang menghadiri acara LAN kedua mereka sejak awal, telah mendominasi acara tersebut hingga pertandingan grand final dengan roster legendaris seperti Clement “Puppey” Ivanov, Kuro “KuroKy” Salehi Takhasomi, dan Johan “n0tail” Sundstein, yang sangat terlihat berambisi untuk mengamankan kemenangan pertandingan LAN pertama mereka dengan Team Secret.

Berawal dengan unggul 1 game ketika mencapai grand final melalui upper bracket, Secret hanya butuh memenangkan dua pertandingan lagi untuk memenangkan kejuaraan tersebut. Namun, Evil Geniuses mampu membawa Team Secret menuju pertandingan penentuan kelima dan setelah pertarungan sengit selama hampir 60 menit, mereka berhasil mengalahkan tim favorit turnamen.

Alliance vs. Cloud9 – ESL One Frankfurt 2014 Quarterfinals, Game 2

Meskipun Cloud9 tidak pernah bisa membawa pulang kemenangan dari turnamen besar selama masa paling sukses mereka di tahun 2014, tim tersebut tetap menjadi salah satu yang paling populer di lingkungan kompetitif game. Dipimpin oleh Jacky “EternaLEnVy” Mao, tim tersebut hanya akan menang atau kalah, dengan spektakuler, seperti pada pertandingan Cloud9 melawan Alliance di babak perempat final ESL One Frankfurt 2014 yang tidak terkecuali.

Cloud9 secara konsisten ditolak untuk menikmati kesuksesan yang mereka dapatkan selama pertandingan berlangsung, karena Henrik “AdmiralBulldog” Ahnberg dari Alliance mempertunjukkan salah satu permainannya yang paling mengesankan pada Nature’s Prophet di seluruh karirnya. Karena tidak dapat menghadapi split pushing dari hero offlaner tersebut, Cloud9 mencoba melakukan serangan balasan terhadap base Alliance. Upaya tersebut ternyata tidak berhasil dan diakhiri dengan Alliance yang mengeliminasi tim Cloud9 dari event tersebut.

Evil Geniuses vs. EHOME – The International 6, Upper Bracket Semifinals, Game 1

Sebelum The International 7, Evil Geniuses (EG) berhasil mencapai tiga penempatan teratas di turnamen papan atas Dota 2 . Tapi kemenangan tim EG di pertandingan semifinal upper bracket The International 6 merupakan salah satu kemenangan mereka yang paling mengesankan di seri turnamen The International.

Dalam pertandingan sengitnya, EG tampaknya berada di ambang kekalahan pada pertandingan pertama melawan tim Tiongkok EHOME. Setelah menghancurkan semua barrack tim EG dan dengan gelombang mega creeps bergerak ke base lawan mereka, momen pertahanan terakhir tim EG memberikan mereka waktu istirahat yang singkat.

Dengan hanya beberapa detik ruang bernafas, Evil Geniuses melakukan upaya terakhir untuk mengakhiri permainan, dan memulai pertarungan panjang di dalam base EHOME. Ajaibnya, tim Amerika Utara ini berhasil menghapus semua hero EHOME dari peta. Dengan Dire Ancient yang terpapar, Evil Geniuses keluar dari pertandingan game pertama sebagai pemenang di salah satu kategori kemenangan comeback yang paling berkesan dalam sejarah Dota 2.

Speed Gaming vs. Team DK – MLG Columbus Grand Final, Game 3

Pada akhir 2013, lima superstar Asia bergabung dan menciptakan salah satu formasi paling terkenal di Dota 2. Dikenal sebagai Team DK, roster pemain mereka menerjunkan veteran seperti Xu “BurnIng” Zhilei, Chai “Mushi” Yee Fung, dan Lei “MMY!” Zengrong. Tim tersebut telah mengalami kesuksesan yang luar biasa di Liga WPC-Ace Tiongkok, memenangkan 30 dari 36 pertandingan melawan sekumpulan tim Dota 2 Tiongkok yang paling mapan. Ini sudah cukup membuat DK salah satu favorit di MLG Columbus 2013, dan tim tersebut secara tak mengejutkan mencapai babak grand final.

Meskipun dianggap sebagai tim yang memiliki roster terbaik di Asia, Team DK dilecehkan di babak final oleh Speed Gaming, sebuah kenangan roster Dota 2 pertama Cloud9 . Skuad tersebut menampilkan hanya empat pemain permanen mereka (Pittner “bOne7” Armand tidak dapat hadir karena masalah visa) dan kemudian menampilkan seorang pemain muda Artour “Arteezy” Babaev. Meskipun ini adalah debut pertandingan LAN internasional Arteezy, drafting Speed Gaming yang beresiko dapat terbayar di pertandingan terakhir. Hal ini membuat salah satu kekecewaan terbesar dalam sejarah Dota 2.


Tulisan ini pertama kali diterbitkan di dotesports.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here