Federal Communications Commission (FCC) telah membuat sebuah keputusan yang kontroversial dalam pencabutan regulasi Netralitas Net tahun 2015. Netralitas Net atau Net Neutrality adalah sebuah prinsip dimana semua informasi maupun data yang ada di internet harus diperlakukan dengan sama dan adil. Dengan adanya regulasi tersebut, Internet Service Provider (ISP) tidak dibolehkan untuk mempercepat ataupun memperlambat kecepatan akses internet berdasarkan konten. Mereka juga tidak boleh melakukan pemblokiran pada konten, aplikasi ataupun website tertentu. Tanpa regulasi Netralitas Net, maka para ISP dapat dengan leluasanya melakukan diskriminasi konten dan menagih Anda akan suatu fasilitas konten tertentu.

Games sekarang sudah mengonsumsi banyak data, terlebih lagi di fitur seperti 4K dan visual High Dynamic Range (HDR) yang kini banyak ditemukan di tengah masyarakat.

Industri esports yang sangat mengandalkan teknologi internet untuk mendapatkan streaming dan juga kompetisi multiplayer, akan mendapat dampak signifikan dari pencabutan regulasi Netralitas Net. Meskipun industri ini pertama kali muncul di zaman tanpa regulasi Netralitas Net, industri ini telah banyak mengalami evolusi dan jelas sudah berbeda dengan zaman sebelumnya. Games sekarang sudah mengonsumsi banyak data, terlebih lagi di fitur seperti 4K dan visual HIgh Dynamic Range (HDR) yang kini banyak ditemukan di tengah masyarakat. Pada tulisan ini, kita akan memperhatikan apa saja dampak dari internet yang tidak terderegulasi terhadap esports dan apa respons yang akan dihasilkan dari industri ini.

Kecepatan yang dibutuhkan suatu game

Meskipun tidak ada yang bisa meramalkan secara pasti apa saja yang akan terjadi di dunia tanpa Netralitas Net, ada spekulasi yang mengatakan bahwa ISP akan menggunakan momentum ini untuk ‘memainkan’ distribusi bandwidth atau hingga mempromosikan paket high-speed access kepada mereka yang bersedia membayar (re: mengikuti permainan) paket tersebut. Pada tahun 2014, online gaming adalah salah satu dari 5 aktivitas yang menggunakan internet bandwidth terbanyak. Jumlah bandwidth yang dibutuhkan di industri esports akan terus bertambah karena popularitas esports yang kian berkembang dan juga semakin banyak informasi yang dibutuhkan untuk bisa bermain online game. Dari jumlah bandwidth yang digunakan oleh online gamers, sudah jelas merekalah yang akan merasakan langsung dampak perubahan dari Net Neutrality ini, baik perubahan positif maupun negatif.

Jumlah bandwidth yang dibutuhkan di industri esports akan terus bertambah karena popularitas esports yang kian berkembang dan juga semakin banyak informasi yang dibutuhkan untuk bisa bermain online game.

Dengan esports sebagai salah satu pengguna terbanyak bandwidth, sudah saatnya gamers untuk mulai mengkhawatirkan bagaimana para perusahaan ISP akan mengendalikan arus data berdasarkan preferensi mereka pada perubahan ini. Di zaman yang baru ini, gamers sangat berpotensi untuk diminta membayar lebih per bulannya. agar dapat mengakses konten-konten esports. Sebagai contoh, selain biaya berlangganan layanan internet, gamers dapat diberi tagihan tambahan di luar dari biaya berlangganannya hanya untuk mengakses jaringan seperti Xbox Live, PlayStation Network, atau Steam. Dengan adanya hal ini, ISP akan meregulasi berapa banyak bandwidth yang akan dia berikan kepada gamers dan dapat memberi perlakuan khusus kepada mereka yang bersedia membayar lebih banyak.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ketika ISP tidak memberi tagihan jumlah bandwidth yang digunakan kepada user untuk mengakses jaringan tertentu seperti Microsoft Xbox Live, ada kemungkinan bahwa tagihan tersebut diarahkan kepada perusahaan penyedia layanan. Jika skenario itu terjadi, maka sang perusahaan tersebut juga bisa melimpahkan biaya tagihan bandwidth-nya kepada pelanggannya. Sebaliknya, jika perusahaan seperti Microsoft tidak mau membayar tagihan tambahan tersebut, maka layanan yang mereka sediakan akan terkena dampaknya seperti berkurangnya ketersediaan untuk aktivitas online gaming dan juga membuat kondisi pasar menjadi kurang kompetitif.

Tidak adanya regulasi Netralitas Net juga memberi beberapa keuntungan bagi komunitas gaming karena di samping ISP dapat memperlambat transmisi bandwidth, mereka juga dapat menciptakan jaringan super cepat. Saat ini, semua orang menggunakan layanan internet yang sama. Dengan berakhirnya Netralitas Net, kasta tingkatan layanan juga dapat dijual dengan harga yang bervariasi. Sesungguhnya, hal ini juga dapat berkontribusi untuk membuat lingkungan esports yang lebih baik, namun hanya untuk mereka yang bersedia membayarnya.

Ruang kontrol Overwatch League, sebuah turnamen yang membutuhkan konsumsi data yang besar untuk kebutuhan streaming (via esportsobserver.com)
Ruang kontrol Overwatch League, sebuah turnamen yang membutuhkan konsumsi data yang besar untuk kebutuhan streaming (via esportsobserver.com)

Jam tayang utama acara esports juga dapat memberi pemasukan tambahan bagi para ISP untuk layanan premium bandwidth untuk meningkatkan sensasi gaming. Lebih jauh lagi, setiap atlet esports dapat melihat adanya peningkatan kecepatan karena adanya pengutak-atikan bandwidth ini. Pada dasarnya, pengutak-atikan bandwidth tersebut akan meningkatkan kualitas permainan dengan memastikan bahwa beberapa end user diberi kecepatan tercepat di saat-saat mereka membutuhkannya, yang berlawanan dengan menyediakan semua pengguna kecepatan tercepat untuk setiap saat, bahkan saat mereka hanya mengobrol dengan orang lain selama loading screen.

Streaming esports

Seperti halnya olahraga tradisional, terdapat 3 komponen utama dalam esports, yaitu: permainannya, pemainnya, dan penggemarnya. Meskipun permainan yang spektakuler beserta pemain yang berbakat adalah komponen utama, namun penggemarnyalah yang mendongkrak popularitas esports. Bertambahnya popularitas esports terjadi seiringan dengan ketersediaannya fasilitas streaming seperti Twitch yang memungkinkan siaran dari suatu turnamen besar untuk dapat menjangkau jutaan penggemarnya yang tersebar di seluruh dunia. Siaran streaming esports telah menjadi sebuah bisnis besar, yang telah menarik perhatian perusahaan konglomerat media tradisional seperti Disney untuk melakukan investasi besar pada industri streaming esports.

Lebih dari olahraga tradisional, komunitas esports telah menentukan game mana yang akan menjadi judul populer esports.

Popularitas esports yang kian berkembang sering dihubungkan dengan adanya content creators yang menyediakan konten gratis kepada jutaan penontonnya. Dengan dihapuskannya regulasi Netralitas Net, pembuatan konten tersebut dapat terhambat secara signifikan pada periode mendatang. Kesanggupan ISP untuk melayangkan tagihan tambahan untuk akses terhadap suatu konten/platform tertentu dapat mengubah cara industri esports beroperasi. Lebih dari olahraga tradisional, komunitas esports telah menentukan game mana yang akan menjadi judul populer esports. Tanpa Netralitas Net, posisi tersebut akan berpindah ke pihak ISP bersama dengan platform penyedia dan juga pembuat konten, yang bersedia untuk membayar biaya langganan premium tanpa membebankannya kepada penggunanya. Perubahan kekuasaan ini dapat mengarahkan lalu lintas data untuk disetir menuju konten atau platform yang sebenarnya bukan merupakan pilihan utama komunitas esports, namun karena pengaruh bebas dari biaya akses premium. Setiap upaya yang dilakukan untuk memanipulasi industri esports pada akhirnya akan menghadapi perlawanan dari komunitas gaming.

Meskipun paket layanan ‘super cepat’ dapat memberikan sensi menonton dan juga bermain yang lebih baik, layanan khusus tersebut juga dapat memberi efek yang menghancurkan di sisi penayangan dan juga partisipasi jika biaya dari kualitas yang bagus tersebut dibebankan kepada penonton itu sendiri. Jika diharuskan untuk memilih membayar layanan premium atau tidak menonton sama sekali, akan banyak yang tidak segan-segan untuk memilih tidak membayar. Kelompok generasi millennials cukup berkontribusi terhadap jumlah persentase komunitas esports dan terkenal untuk tidak segan-segan menolak membayar pengeluaran tersebut. Berdasarkan dampak yang di atas, implementasi akses premium tersebut harus dipertimbangkan dengan sangat matang.

Perkembangan game di masa depan

Meskipun akhri dari Netralitas Net hanya terlihat untuk berdampak ke end users, dampak tersebut juga memanjang hingga mencapai ke kalangan game developers. Dalam hal ini, isu lapangan pekerjaan, strategi pertumbuhan perusahaan, konsumsi produk, hingga testing harus disesuaikan ulang.

Dengan berakhirnya Netralitas Net, developer yang masih sedang berkembang dapat menjumpai berbagai biaya tambahan seiring adanya pengembangan dan pertumbuhan pasar.

Industri esports dan pengembangan game beroperasi dengan berbeda dari bisnis tradisional lainnya, khususnya pada bagaimana sesama karyawan dapat saling berkolaborasi dan bertukar informasi. Kebanyakan bisnis tradisional, misalnya firma hukum, memiliki lokasi-lokasi pusat dimana karyawan telah didesain untuk dapat bekerja bersama dalam sebuah lingkungan kantor. Hal ini tentulah berbeda dengan game developers yang sering bekerja dari rumah dan hanya melakukan komunikasi jarak jauh. Pada beberapa kasus, bahkan sesama karyawan mungkin tidak pernah saling bertemu. Oleh sebab itu, developers biasanya membayar biaya internet mereka sendiri, dan jika memiliki keterbatasan finansial, ditambah dengan perubahan regulasi Netralitas Net ini, akan membuat adanya kemacetan dalam proses produksi dan juga membuat virtual meeting mereka semakin menantang. Hal ini berpotensi untuk memaksa developers untuk mendesain kembali sebuah konsep untuk meminta segenap tim bekerja dan berada di tempat yang sama. Dengan semua anggota tim berkumpul di sebuah markas, akan ada keuntungan dari segi produktivitas, seperti pemantauan kinerja produktivitas dari karyawan, juga efisiensi dalam penyelesaian suatu masalah melalui komunikasi langsung antar anggota tim.

Dengan berakhirnya Netralitas Net, developer yang masih sedang berkembang dapat menjumpai berbagai biaya tambahan seiring adanya pengembangan dan pertumbuhan pasar. Sebagai contoh, seiring grafis mereka bertambah melalui update, konsumsi data dan kebutuhan akan kecepatan internet yang lebih besar akan muncul. Sehingga, developers ini perlu untuk memperluas akses dan kecepatan internet dengan menggunakan jaringan super cepat yang disediakan ISP. Meskipun ini akan berbiaya, hal ini juga dapat memberi pengaruh positif dalam mengembangkan rencana strategi pertumbuhan perusahaan, khususnya jika kebutuhan pabrik sudah tidak lagi dapat dipenuhi dengan kapasitas perusahaan saat ini, maka perusahaan membutuhkan pabrik yang lebih besar. Nantinya, sesama pengguna dan pengembang dapat saling diuntungkan dari adanya penambahan kapasitas teknis seiring berkembangnya perusahaan, dibandingkan dengan perusahaan yang terus berada di posisi stagnan.

Para pengembang juga akan dipaksa untuk menjadi lebih kreatif agar dapat menghadapi permintaan pasar yang terus berubah. Dengan adanya gamers yang tidak bersedia untuk melakukan upgrade bandwidth demi kenyamanan online gaming, mereka diprediksi akan beralih ke permainan yang dimainkan secara offline. Hal ini akan memaksa developers untuk memikirkan kembali produk yang mereka buat dan berusaha untuk menawarkan fitur tersebut. Pada konteks ini, pemain bisa saja bermain offline untuk mengasah kemampuan mereka dan menyimpan jatah bermain online mereka hanya untuk turnamen atau acara tertentu. Dengan pemain tidak menyiarkan atau merekam permainan mereka, ini akan mengarahkan kita menuju penayangan televisi yang lebih menarik dimana para ahli menjadi tidak begitu familiar terhadap penggunaan suatu strategi tertentu. Hal ini tentunya akan menjurus ke suatu adegan yang penuh dengan spontanitas dan juga mendebarkan, yang mana ini merupakan elemen penting dalam pertandingan dan permainan.

Pada akhirnya, berakhirnya Netralitas Net akan lebih berdampak pada hubungan developers dengan end users. Banyak pengembang yang bergantung pada beta testers untuk memainkan sebuah versi awal permainan yang belum benar-benar selesai untuk mencari kesalahan-kesalahan yang ada dan juga memberi umpan balik. Jika users merasakan sensasi bermain online yang berbeda-beda tergantung pada kecepatan internet, hal ini dapat menurunkan kualitas data ataupun umpan balik yang didapat. Namun, di dunia yang terdapat stratifikasi akses internet, developers juga dapat menjadikan hardcore users mereka sebagai tarket tester mereka. Dengan merancang ulang segmentasi pasar, efek dari Netralitas Net ini dapat diminimalisir.

Gamers yang kasual maupun yang kompetitif akan mencari cara untuk dapat memperbaiki hal ini. Pertanyaannya adalah, dengan tidak adanya regulasi Netralitas Net, siapakah yang akan memberi solusi tersebut? Apa harga yang harus dibayar untuk solusi tersebut? Pencabutan regulasi Netralitas Net jelas akan berdampak pada industri esports, namun tidak akan menghambat pertumbuhan industri esports.


Tulisan ini pertama kali diterbitkan di esportsobserver.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here