Pada tahun 2014 kemarin, diluncurkan sebuah game berjudul Hearthstone, game ini telah menciptakan sebuah komunitas competitive gaming yang unik yaitu competitive card games, atau lebih dikenal di indonesia dengan sebutan game kartu. Meneruskan genre yang sempat populer oleh Magic: The Gathering, game kartu dari Blizzard ini menggabungkan dunia Azeroth yang mengagungkan dengan gameplay berbasis mobile yang mudah dipahami dan mudah dimainkan.

Dengan adanya Hearthstone, pamor game kartu sebagai esports mulai menaik dan kini Blizzard berusaha sendiri (awalnya dengan bantuan pihak ketiga) dengan serius untuk mendorong nama game mereka dalam dua tahun pertama. Hearthstone World Championship, yang diadakan di Blizzcon, menawarkan total hadiah sebanyak 2,5 juta Dolar yang kemudian nominal hadiahnya meningkat secara drastis setiap tahun, hingga 1 juta Dolar atau setara dengan 13 miliar Rupiah lebih.

Hearthstone World Championship via playhearthstone.com
Hearthstone World Championship via playhearthstone.com

Setelah kesuksesan Hearthstone, banyak game lain yang mencoba untuk melawan Hearthstone mengingat sedikitnya persaingan di genre ini. Dalam hal ini, hanya sedikit game yang sukses dan yang paling terkenal di antaranya adalah Gwent: The Witcher Card Game dari CD Projekt yang diangkat dari game terkenal bernama Witcher. Untuk saat ini, game yang paling diharapkan menjadi pesaing tangguh adalah Artifact, game baru dari Valve yang berbasis di universe Dota 2.

Setelah melihat sekilas bagaimana isi game Artifact, dengan format three-lane beserta kartu heroes dan juga items dari Dota 2, game ini akan tersedia untuk platform PC dan mobile. Tapi Valve, tidak puas hanya dengan menciptakan sebuah game kartu yang hebat, mereka juga sangat ingin mendorong game ini menuju panggung esports.

Menurut Wykrhm, senior member dari komunitas Dota 2 , Artifact akan mengadakan tunamennya sendiri dengan hadiah 13 miliar Rupiah di tahun 2019. Game ini direcanakan untuk keluar pada tahun 2018 dan untuk tanggal lebih jelasnya akan di umumkan nanti.

Dengan hadiah sebesar 13 miliar Rupiah lebih untuk turnamen pertama Artifact, ini adalah tantangan besar bagi Hearthstone yang dulunya mendominasi pasar game kartu. Meskipun popularitas Hearthstone terus meningkat, game kartu saingan lainnya masih bersusah payah untuk mengumpulkan uang hadiah turnamen yang bisa menyaingi Hearthstone. Dengan dukungan Valve dan tim profesional seperti Virtus.pro yang sangat berminat untuk masuk kedalam game ini, Artifact mungkin akan menjadi saingan yang dapat mengimbangi atau bahkan melampaui Hearthstone di market esports game kartu.


Tulisan ini merupakan terjemahan dari cybersport.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here