Finalis Kontes Film Pendek The International 2017
Dota2 Short Film Contest via playdota.vn

Pada tanggal 12 Agustus kemarin, Team Liquid resmi memenangkan turnamen The International 2017 dengan menjadi tim pertama yang memenangkan 3 seri beruntun di final dan sekaligus melanjutkan rantai E-W-E-W-E (negara region East-West-East-West). Selain menjadi ajang unjuk kemampuan para pemain profesional, pihak Valve juga mengadakan short film contest untuk jutaan pemain dan juga penggemar game Dota2 dan lagi, di tahun ini pihak Valve mengucurkan total prize pool sebesar US$43.500 untuk 3 orang pemenang utama dan 7 orang finalis, dengan pemenang pertama memperoleh US$25.000, pemenang ke-2 memperoleh US$10.000, dan pemenang ke-3 memperoleh US$5000. Tujuh orang finalis lainnya juga akan memperoleh hadiah masing-masing sebesar US$500.

Untuk kamu yang ingin ikut kontes ini, harap bersabar untuk tahun depan karena kontes telah resmi ditutup dan pemenang telah diumumkan. Berikut adalah karya short film yang patut diberi apresiasi atas kreativitas dan kemampuan mereka dalam sinematografi.

The International Short Film Contest Finalists via Twitter @wykrhm

Peringkat 1: What Does A Hero Truly Fear

Posisi pertama diduduki oleh film pendek yang berjudul What Does A Hero Truly Fear. Video ini menggambarkan mimpi buruk hero-hero dari tim dire yang sedang dalam pengaruh skill Nightmare milik Bane. Dimulai dari Axe yang gagal menginisiasi sebuah serangan karena miskalkulasi penggunaan mana yang mengakibatkan Axe ter-bully tidak hanya oleh tim lawan, tetapi juga dari tim kawan. Scene selanjutnya ini menghadirkan sebuah karakter keren yang bercerita pada fail-moment Invoker cilik ketika sedang berada di akademi hero. Juga fail-moment combo Pudge dengan Monkey King. Film pendek ini juga dilengkapi dengan unsur inception­ loh!

Peringkat 2: Ability Madness

Berpindah ke posisi dua, coba bayangkan apa yang terjadi jika Juggernaut punya skill Spawn Juggerling (skill Spawn Spiderling milik Broodmother)? Juga bayangkan kalau Nightstalker yang dijuluki Hunter in the Night malah bersayap Faerie Dragon,  dan Ezalor alias Keeper of The Light berganti haluan menjadi seorang Sniper? Video ini menggambarkan suasana dari universe baru dimana skill hero saling dikombinasikan sehingga membuat sebuah hero custom baru. Kegilaan ini menjadi tema dari film singkat yang berjudul Ability Madness. Jadi sama sekali tidak mengherankan video ini menempati peringkat kedua.

Peringkat 3: The Ward

Selanjutnya,  posisi ketiga adalah sebuah film pendek dengan durasi hanya 45 detik! Peringkat ke-3 bukan berarti video yang paling tidak baik. Menurut kami, video ini punya konten yang paling menarik, dan sangat sering kita temui di game, setidaknya di server SEA (Southeast Asia). Blaming adalah hal yang paling tidak masuk akal dalam game, namun jika kita bicara server SEA maka hari tanpa blaming justru lebih tidak masuk akal. Jika kamu sudah mulai paham mekanik dasar dari game Dota2 maka kamu secara tidak langsung akan mulai belajar bahasa asing, khususnya kata-kata negatif, terutama dalam bahasa Filipina. Ya, tidak perlu diucapkan karena kami sudah tahu apa yang ada di pikiran kalian. Video ini menyajikan secara tepat penderitaan seorang support yang dipojokkan karena sebuah kesalahan minor: gagal membagi ward ke rekannya dan malah meletakkan ward (lupa menekan tombol Ctrl).

Nah, di antara 3 video itu, kalian paling suka yang mana guys?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here