Setiap pemilik tim esports memiliki karakteristik khasnya masing-masing dan bahkan organisasi yang sudah lama berdiri juga dapat menemukan pemahaman baru terhadap atmosfer kompetitif esports dengan tim manajemen yang tepat, seperti halnya pada H2K Gaming. Ketika organisasi yang berbasis di London itu dibeli pada akhir 2015, CEO baru Susan Tully segera bekerja dengan tim manajemen baru dan memperkuat brand esports mereka yang sudah terkenal.

Terlepas dari genre hiburannya, ada prinsip dan praktik dasar dalam berbisnis yang telah disepakati dalam berbagai industri, dan esports bukanlah sebuah pengecualian.

“Dalam waktu kurang dari dua tahun, publik telah mengetahui nilai-nilai yang ditegakkan di H2K,” kata Tully kepada The Esports Observer. “Kemampuan kami untuk membangun tim yang sangat kompetitif, kepedulian kami terhadap pemain kami, profesionalisme kami dan fakta bahwa kami memperjuangkan apa yang kami percaya, itu semua adalah hal yang diinginkan oleh pemain, penggemar, dan juga mitra bisnis kami.”

Karir profesional Susan Tully telah berlangsung selama 35 tahun di berbagai bidang hiburan. Memulai praktiknya di sektor industri hiburan Ernst & Young, dia mulai memegang sejumlah posisi keuangan tingkat eksekutif, yang mencakup bisnis peruahaan multinasional hingga perusahaan startup. Tully menjabat sebagai Chief Financial Officer untuk brand West milik Kanye West sebelum bergabung di H2K Gaming.

H2K via esportsobserver.com
H2K via esportsobserver.com

Memasuki industri esports melalui undangan teman dan co-owner H2K Richard Lippe, Tully mengatakan bahwa perbedaan paling mencolok di industri ini adalah bagaimana para game publishers dapat mengontrol IP dengan cara yang tidak terlihat dalam bentuk hiburan. “Memiliki hak atas IP memberikan kekuatan dan kontrol kepada penerbit game,” katanya. “Dalam industri musik misalnya, ada beberapa hak bersama tertentu dan beberapa aliran pendapatan yang dibagikan kepada perusahaan dan artis yang nantinya menciptakan hubungan kemitraan antar pihak.”

Saya tahu di mana kesalahan bisa terjadi, dan adalah tugas saya untuk memastikan pemain kami tetap aman.

Menurutnya esports masih merupakan hiburan olahraga. Meskipun memiliki karakteristik yang unik, esports adalah sebuah fenomena budaya yang berkembang dan berpusat di lingkungan fandom, brand, dan penonton. “Terlepas dari genre hiburannya, ada prinsip dan praktik dasar dalam berbisnis yang telah disepakati dalam berbagai industri, dan esports bukanlah sebuah pengecualian.”

Ketika sedang melakukan rebranding H2K, pekerjaannya harus dimulai kurang dari sebulan sebelum split EU LCS 2016 dimulai. Perubahan manajemen yang tiba-tiba membuat beberapa pemain menjadi skeptis, dan sebagai satu-satunya CEO perempuan dari tim esports, Tully mengharapkan adanya tantangan ketika menyangkut gender, namun bukan itu masalahnya.

“Para pemain kami memiliki nilai-nilai inti kami dan mereka selalu memperlakukan saya dengan hormat. Sekarang saya tidak yakin apakah gender akan menjadi kendala dan saya sangat senang isu tersebut tidak ada di pemain kami.”

Setiap perubahan yang dilakukan oleh manajemen dapat memiliki dampak terhadap operasional sebuah team house. Menggabungkan pekerjaan dan kehidupan dapat menjadi sebuah tantangan tersendiri. Akan tetapi, dengan setiap pemain esports berfokus membangun tinggi profilnya, salah satu tugas utama H2K adalah membangun infrastruktur di dalam lingkungan kerja domestik ini, termasuk membuat jadwal terstruktur, kebijakan media sosial, dan aturan yang tidak memperbolehkan adanya tamu.

“Rumah tim adalah sebuah tempat perlindungan untuk tinggal dan bekerja dimana pemain memiliki kebebasan untuk fokus pada kinerja mereka tanpa adanya gangguan. “Saya tahu di mana kesalahan bisa terjadi, dan adalah tugas saya untuk memastikan pemain kami tetap aman,” kata Tully. “Pemain adalah selebritis, dan dengan itu datang risiko, cukup dengan sebuah tuduhan palsu dan karir serta kehidupan mereka bisa hancur. Saya merasa sangat yakin bahwa melindungi pemain dengan cara ini adalah bentuk tanggung jawab saya terhadap pemain dan keluarga mereka.”

Pada tingkat kepemimpinan yang lebih tinggi, jika Anda adalah mantan pemain dan juga seorang CEO, Anda harus mencari para profesional berpengalaman yang dapat melengkapi kekuatanmu.

Selama 2 tahun karir esports-nya, Tully mengatakan bahwa sebagian besar pengalamannya di industri ini positif, dan isu gender tidak menjadi masalah. Namun, ia mengatakan bahwa ia masih harus berurusan dengan beberapa perilaku ofensif dan stereotip kuno terhadap wanita yang harus bertahan di industri esports, yang sebagian besar manajemen terdiri dari para pria muda yang baru memulai karir mereka.

Baca juga  Eksekutif Senior Esports Meluncurkan Firma Konsultan Komunikasi: The Story Mob

“Diskriminatif dan perlakuan buruk terhadap perempuan di lingkungan tempat kerja harus dihilangkan,” katanya “Hal ini ada di esports dan jika kita tidak menanggapinya, hal tersebut akan memburuk, dan ketika itu terjadi, konsekuensinya akan signifikan dan dapat merusak industri ini.”

Olahraga tradisional belum menetapkan contoh teladan yang baik ketika menyangkut isu kepemimpinan perempuan. Sejak keluarnya Rosella Sensi pada 2011 dari AS Roma, belum ada tim Liga Champions dengan presiden atau CEO perempuan, dan hanya ada segelintir perempuan dalam NBA dan NFL. Tully percaya bahwa esports, industri yang sudah matang dengan laju yang cepat dibandingkan dengan olahraga tradisional tertentu, dapat memimpin di sini. “Kita harus bekerja untuk memposisikan industri ini secara progresif terutama ketika menyangkut kesetaraan peluang bagi perempuan, yang pada akhirnya akan menarik perempuan terbaik dan tercerdas untuk bergabung dengan kami,” katanya.

Test

“Orang-orang di seluruh ekosistem esports, termasuk tim, penerbit game, pengacara, agen, dan setiap pemangku kepentingan lainnya di luar sana, memiliki tanggung jawab untuk menciptakan budaya bisnis yang dibangun dengan rasa hormat terhadap wanita, dan dimana bias gender tidak ditoleril.”

Bukan hanya sisi manajemen yang didominasi laki-laki. Meningkatnya pembahasan, terutama di luar pers esports terutama pada isu kurangnya pemain perempuan tim profesional, sebuah isu di mana para penerbit game dan tim professional dapat mengatasinya bersama-sama. “Kita dapat melakukan ini dengan menyingkirkan segala rintangan yang berpotensi menghalangi motivasi pemain perempuan untuk menjadi profesional,” kata Tully. “Jika kita memiliki sistem integrasi yang efektif terhadap pemain perempuan di dalam tim, maka wanita di tim profesional akan berada di sana atas kemampuan mereka, dan tidak akan ada yang mempersoalkan gender mereka.”

Hal yang mendasari permasalahan ini berasal dari kurangnya pelatihan pemahaman struktur hirarki dan manajemennya. Seringkali terjadi bahwa mereka yang dibawa untuk memimpin tim esports dari berbagai sisi, memiliki kemampuan yang luar biasa. Akan tetapi dalam banyak kasus, mereka tidak mendapat pelatihan manajemen ataupun memiliki pengalaman yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis, tumbuh dan menjadi sukses. “Misalnya, posisi manajer tim adalah peran dimana individu tersebut memiliki kontak dekat sehari-hari dengan pemain yang masih muda dan sedang beranjak dewasa. Adalah tugas kita untuk mempekerjakan orang yang tepat, yang mengerti nilai-nilai yang kami pegang; Dan untuk menemukan individu-individu berbakat yang ingin belajar bagaimana menjadi manajer produktif yang efektif,” kata Tully.

“Pada tingkat kepemimpinan yang lebih tinggi, jika Anda adalah mantan pemain dan juga seorang CEO, Anda harus mencari para profesional berpengalaman yang dapat melengkapi kekuatanmu; Dan jika Anda adalah seorang CEO yang bukan gamer seperti saya, kelilingilah dirimu dengan orang-orang yang memiliki keahlian di esports, agar kamu dapat belajar dari mereka.”

Menutup pembicaraan tentang masalah mentor, ketika ditanya tentang panutannya, Tully mengatakan bahwa ia telah sangat beruntung dalam karirnya dengan memiliki banyak mentor. Namun, panutan yang paling berpengaruh adalah ayahnya. “Dia selalu mengajari saya untuk  memperlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan. Ketika berhadapan dengan pilihan, selalu lakukan hal yang benar, dan pastikan Anda mengelilingi diri Anda dengan orang-orang yang dapat menjadi bahan pelajaran bagi Anda dan membuat Anda tertantang. Ini adalah pelajaran hidup yang saya coba untuk menjalankannya setiap hari.”


Tulisan ini merupakan terjemahan dari esportsobserver.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here