Atlet esports profesional – atau pemain pro – adalah pemain yang memiliki kemampuan di atas rata-rata di ranah permainannya. Tapi apa sih yang dibutuhkan untuk menjadi seorang profesional? Pada tulisan ini, Martin “Rekkles” Larsson yang bermain untuk Fnatic akan membagikan tips dan pengalamannya untuk menjadi seorang pro gamer.

Pro gamer bermula dari seorang gamer bergabung ke suatu tim yang nantinya akan bersaing di berbagai turnamen untuk memperebutkan hadiah. Mereka memulai dari mengikuti turnamen tingkat amatir atau ‘akar rumput’ yang kemudian mencapai peringkat yang lebih tinggi dalam suatu permainan untuk menarik perhatian tim yang lebih besar.

Pemain harus bergaul dengan rekan setim, bekerja sama dengan manajer, pelatih dan analis, dan terbang ke seluruh dunia untuk mengikuti kompetisi. Pemain juga terkadang perlu mengambil bagian dalam program sponsor, wawancara dan bertemu penggemar sambil menjunjung tinggi profesionalisme dan persyaratan lain sebagaimana diuraikan dalam kontrak mereka.

3 Tip Untuk Menjadi Seorang Pro Gamer

Pemain pro League of Legends Fnatic, Martin “Rekkles” Larsson, mengatakan bahwa bersikap kompetitif dengan memiliki fokus yang tinggi adalah kunci. Berikut adalah tiga tip dari Rekkles:

  1. Jangan memiliki goal hanya untuk cepat mendaki tangga karir.

    Hal itu seharusnya hanya menjadi sebuah konsekuensi positif yang terjadi beriringan dengan goal lainnya. Sebaliknya, perbanyak jam bermain dan berikan performa 110% ke dalam setiap pertandingan. Ini adalah awal dari segalanya.

  2. Berpikiran Terbuka

    Dalam permainan esports, pada umumnya kita hanya akan berfokus pada role ataupun karakter/hero/champion tertentu. Kita mungkin berpikir kalau berprinsip seperti ini saja sudah cukup bagus, akan tetapi hal ini tentu saja tidak membuat Anda untuk melihat hal-hal yang out of the box. Sebaliknya, Anda harus selalu melihat ke luar kotak dan mencoba menemukan cara baru dalam bermain game. Menurut saya itulah cara untuk berkembang yang paling cepat, meskipun ke depannya Anda mungkin tidak memainkan semua role ataupun karakter itu. Seorang gamer harus selalu mencoba hal yang baru!

  3. Kesabaran

    Hal ini bisa digunakan untuk kebaikan Anda di dalam permainan, karena ada banyak moment dimana itu benar-benar tegang, seperti ketika arena pertarungan menyisakan pertarungan satu lawan satu. Jika Anda tidak memiliki kesabaran, Anda akan kehilangan duel terakhir yang tidak Anda inginkan. Sederhananya, jangan bersifat impulsif.

    Hal ini juga tentu saja bisa diterapkan di luar permainan. Anda akan membutuhkan waktu yang relatif lama untuk mulai bisa berangkat dari titik start Anda. Hal ini juga terjadi pada saya. Saya telah bermain League of Legends selama hampir dua tahun sebelum saya benar-benar berkembang. Saya yakin jika saya tidak memiliki kesabaran ini, saya pasti sudah menyerah lebih awal atau saya akan membiarkan diri saya untuk tidak memberikan 110%.

Ekspektasi Apa yang Boleh Diharap?

Upah untuk profesi ini sangat bervariasi. Untuk mereka yang berada di kelas atas tingkat dunia, mereka berpotensi menghasilkan ratusan ribu poundsterling per tahun dengan jika dihitung bersama dengan upah, kesepakatan sponsor dan hadiah kemenangan. Saat ini Pemain terhebat di dunia sudah mendapat lebih dari $1 juta.

Sedangkan pemain tingkat amatir mungkin tidak menerima upah atau bahkan kontrak, namun mereka biasanya akan mengambil porsi dari prizepool suatu turnamen yang mereka ikuti. Bermain di liga yang lebih rendah juga dapat memberi mereka pengalaman dan kontak berharga yang dapat membantu mengembangkan karir mereka

Seperti Apa Perjalanan Karirnya?

Pemain harus memberikan banyak waktu untuk mencapai dan juga bertahan di level teratas.

Sudah bukan hal yang asing lagi bagi pemain untuk latihan selama 16 jam dalam satu hari. Pada saat bersamaan, dengan adanya usia pensiun muda (apapun dari pertengahan sampai akhir dua puluhan), sangat penting bagi pemain untuk menjaga diri tetap bugar dan sehat, serta menghindari kelelahan.

Rekkles mengatakan: “Memiliki waktu henti sangatlah penting, karena ini adalah satu-satunya hal yang memberi Anda perspektif tentang bagaimana keadaan dan hidup Anda sekarang. Misalnya, ketika saya bertemu dengan keluarga dan teman, mereka sering memberi saya pendapat yang mungkin bukan pendapat para ahli, namun mereka tetap dapat memberikan nasihat umum untuk kehidupan yang dapat saya gunakan untuk membantu saya dalam banyak situasi yang saya hadapi setiap harinya.

Di awal karir saya, saya sama sekali tidak menghargai hal ini sama sekali. Saya hanya berpikir jika saya bermain 16 jam setiap hari selama setahun penuh, saya akan menjadi pemain terbaik. Tapi, setelah saya menjalaninya, saya mendapatkan bahwa mindset seperti itu adalah salah satu dari hal terburuk yang saya lakukan. Tentunya Anda harus bermain sebanyak mungkin, tapi jangan karena hal itu, Anda menjadi menghalangi hal yang lain.

Hari-hari ini saya terus bermain selama mungkin, tapi jika kita makan malam dalam 20 menit, saya tidak akan bermain ekstra dan tidak makan malam dengan rekan tim saya, karena makan malam dengan rekan tim saya akan memberi efek positif yang lebih banyak daripada memainkan permainan ekstra.”

Sumber: britishesports.org

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here